Minggu, 18 September 2011

wiring diagram










Motor Inverter Wiring Diagram
Kontaktor A 9




wiring diagram so



Minggu, 21 Agustus 2011

MESIN MOBIL


Mesin mobil yang merupakan gabungan elemen mesin
Elemen mesin adalah bagian dari komponen tunggal yang dipergunakan pada konstruksi mesin, dan setiap bagian mempunyai fungsi pemakaian yang khas. Dengan pengertian tersebut diatas, maka elemen mesin dapat dikelompokkan sebagai berikut :
  • Elemen – elemen sambungan
-          Sambungan susut dan tekan
-          Sambungan paku keling
-          Sambungan ulir sekrup
-          Sambungan baut dan pin
-          Sambungan pengelasan
-          Sambungan solder dan brazing
-          Sambungan Adhesif
  • Bantalan dan elemen transmisi
-          Bantalan luncur
-          Bantalan gelinding
-          Poros dukung dan poros pemindah
-          Kopling tetap& tidak tetap
-          Rem
-          Pegas
-          Tuas
-          Sabuk dan Rantai
-          Roda gigi
  • Elemen-elemen transmisi untuk gas dan Liquid
-          Valve
-          Fittings
PRINSIP-PRINSIP DASAR PERENCANAAN ELEMEN MESIN
Perencanaan eleven mesin, pada dasarnya merupakan perencanaan bagian (komponen), yang direncanakan dan dibuat untuk memenuhi kebutuhan mekanisme dari suatu mesin.
Dalam  tahap-tahap perencanaan tersebut, pertimbangan-pertimbangan yang perlu  diperhatikan dalam memulai perencanaan eleven mesin meliputi :
  1. Jenis-jenis pembebanan yang direncanakan
  2. Jenis-jenis tegangan yang ditimbulkan akibat pembebanan tsb.
  3. Pemilhan bahan
  4. Bentuk dan ukuran bagian mesin yang direncanakan
  5. Gerakan atau kinematika dari bagian-bagian yang akan direncanakan.
  6. Penggunaan komponen Standard
  7. Mencerminkan suatu rasa keindahan (aspek est├ętica)
  8. Hukum dan ekonoomis
  9. Keamanan operasi
  10. Pemeliharaan dan perawatan
Dengan memperhatikan pertimbangan tersebut diatas, maka tahap-tahap perencanaan totalnya yaitu sbb :
  1. Menentukan kebutuhan
  2. Pemilihan mekanisme
  3. Beban mekanisme
  4. Pemilihan material
  5. Menentukan ukuran
  6. Modifikasi
  7. Gambar kerja
  8. Pembuatan dan kontrol koalitas
Yang dimaksud dengan tahap perencanaan tersebut diatas :
1.Menentukan kebutuhan
Menentukan kebutuhan dalam hal ini adalah kebutuhan akan bagian-bagian yang akan direncanakan, sesuai dengan fungsinya
2. Pemilihan mekanisme
Berdasarkan fungsinya dipilih mekanisme yang tepat dari bagian mesin tersebut. Misalnya untuk memindahkan putaran poros keporos yang digerakan dipilih roda gigi payung.
3. Beban mekanis
Berdasarkan mekanisme yang telah ditentukan, beban-beban mekanis yang akan terjadi harus dihitung berdasarkan data yang sesuai dengan kebutuhan, sehingga didapat jenis-jenis pembebanan yang bekerja pada elemen tersebut.
4. Pemilihan bahan (material)
Untuk mendapatkan bagian mesin yang sesuai dengan kekuatannya, dilakukan pemilihan bahan dengan kekuatan yang sesuai dengan kondisi beban serta tegangan yang terjadi. Misalnya kekuatan direncanakan harus lebih kecil dari kekuatan bahan yang ditentukan dengan faktor keamanan sesuai dengan kebutuhan.
5. Menentukan ukuran
Bila terjadi kesesuaian pemakaian bahan dan perhitungan beban mekanis dapat dicari ukuran-ukuran elemen mesin yang direncanakan dengan standart yang ada dalam standarisasi.
6. Modifikasi
Modifikasi bentuk diperlukan bila bagian mesin yang direncanakan telah pernah dibuat sebelumnya.
7. Gambar Kerja
Setelah mendapatkan ukuran yang sesuai, ukuran untuk pengambaran kerja didapat, baik gambar detail maupun gambar assemblynya.
8. Pembuatan kontrol kualitas
Dengan gambar kerja dapat dibuat bagian-bagian mesin yang dibutuhkan, dengan mencatumkan persyaratan suaian, toleransi serta tanda pengerjaan, ini dimaksudkan untuk mendapatkan hasil pembuatan suaian dengan yang diinginkan. Dari penentuan suaian yang telah ditetapkan tersebut dapat digunakan sebagai pedoman kontrol kualitas yang disyaratkan

TRANSMISI OTOMATIS

Transmisi otomatis adalah transmisi yang melakukan perpindahan gigi percepatan secara otomatis. Untuk mengubah tingkat kecepatan pada sistem transmisi otomatis ini digunakan mekanisme gesek dan tekanan minyak transmisi otomatis. Pada transmisi otomatis roda gigi planetari berfungsi untuk mengubah tingkat kecepatan dan torsi seperti halnya pada roda gigi pada transmisi manual.
Kecendenderungan masyarakat untuk menggunakan transmisi otomatis semakin meningkat dalam beberapa tahun belakangan ini, khususnya untuk mobil-mobil mewah, bahkan type-type tertentu sudah seluruhnya menggunakan transmisi otomatis.
 


TRANSMISI

Transmisi manual adalah sistem transmisi otomotif yang memerlukan pengemudi sendiri untuk menekan/menarik seperti pada sepeda motor atau menginjak kopling seperti pada mobil dan menukar gigi percepatan secara manual. Gigi percepatan dirangkai di dalam kotak gigi/gerbox untuk beberapa kecepatan, biasanya berkisar antara 3 gigi percepatan maju sampai dengan 6 gigi percepatan maju ditambah dengan 1 gigi mundur (R). Gigi percepatan yang digunakan tergantung kepada kecepatan kendaraan pada kecepatan rendah atau menanjak digunakan gigi percepatan 1 dan seterusnya kalau kecepatan semakin tinggi, demikian pula sebaliknya kalau mengurangi kecepatan gigi percepatan diturunkan, pengereman dapat dibantu dengan penurunan gigi percepatan.

Synchromesh

Synchromesh adalah perlengkapan transmisi yang berfungsi untuk menyamakan putaran antar gigi yang akan di-sambung sehingga perpindahan gigi percepatan dapat dilakukan secara mulus. Cara kerjanya saat handel transmisi pada posisi netral, maka synchromesh berada ditengah tidak berpengaruh atau dipengaruhi oleh kedua roda gigi yang ada disampingnya.Susunan/layout gigi percepatan transmisi manual tergantung kepada ciri yang biasa digunakan disuatu kawasan, mobil keluaran Asia agak berbeda dengan Eropa, khususnya pada penempatan gigi mundur(R). Penempatan tuas transmisi yang banyak digunakan adalah di lantai tetapi beberapa mobil modern menggunakan tuas transmisi di dashboard ataupun mobil lama yang ditempatkan di setang setir
Tuas transmisi lantai
PolaPenjelasan
Manual Layout.svg
Ini adalah susunan 5 gigi kecepatan yang lazim digunakan pada mobil modern ditambah dengan satu gigi mundur yang ditandai dengan R. Penempatan gigi mundur (R) krucial karena bisa salah memasukkan dapat mengganggu jalannya kendaraan, karena kalau dari gigi 5 salah pindah ke mundur bisa berakibat fatal.
Manual Dogleg.svg
Susunan ini adalah susunan 5 gigi kecepatan yang lazim digunakan pada bus ringan ditambah dengan satu gigi mundur yang ditandai dengan R. Gigi 1 biasanya jarang dipakai, dipakai pada saat mendaki di tanjakan terjal


PolaPenjelasan
Manual Layout 3.svgLayout mobil dengan 3 gigi maju yang merupakan susunan gigi percepatan mobil-mobil Amerika keluaran tahun 1930an sampai dengan tahun 1950an yang pada waktu itu dijuluki "three on the three"
Column4MT.svgMerupakan layout yang dikembangkan sesudah itu, yang juga dikembangkan oleh mobil-mobil keluaran Eropa dan Jepang. Sampai saat ini masih digunakan pada beberapa mobil niaga seperti Mitsubishi L 300.

Minggu, 14 Agustus 2011

TRANSMISI OTOMATIS



Continously Variable Transmisision atau yang biasa orang bilang CVT ini merupakan pengganti gear box transmision pada transmisi otomotis. Bila kita melihat pada gambar di atas, memang sangat berbeda jauh bentuknya maupun komponennya bila di bandingkan dengan transmisi gearbox. Pada CVT secara garis umum tergabung dengan adanya sepasang pulley adjustable dan sebuah belt yang membuat kedua pulley ini berputar pada putaran yang sama. Pulley ini akan “mengembang” dan “mengempis” untuk mengatur ratio perpindahan gigi. Sehingga pada saat mobil berjalan lambat, seperti pada gambar di sebelah kiri. Dan saat berkecepatan tinggi terdapat pada gambar sebelah kanan. Pada transmisi CVT, memungkinkan transmsisi dapat merubah posisi gigi-nya sampai tak terhingga. Tergantung dari bergeseran pulley tersebut.

Keuntungan Transmisi otomatis yang menggunakan CVT
  1. Memungkinkan perpindahan gigi yang tak terhingga.
  2. Saat terjadi perpindahan gigi maka, hentakannya sangat lembut. Bahkan pada beberapa mobil, tidak terasa hentakannya.
  3. Sehingga membuat berkendara menjadi sangat nyaman.
  4. Getaran yang terjadi pada mesin, lebih kecil di banding tipe gearbox.
Kelemahan dari Transmisi Otomatis yang menggunakan CVT
  1. Karena lebih mengutamakan kenyamanan berkendara, sehingga kendaraan lebih cenderung minim responsif.
  2. Memerlukan perhatian khusus dalam perawatan, terutama pada kendaraan roda dua karena roda dua menggunakan belt karet. Sedangkan mobil menggunakan steel belt
  3. Memerlukan tingkat pelumasan yang sangat sensitif, oli yang dibutuhkan adalah oli yang dapat melumasi setiap pergerakan pulley & belt tetapi tanpa harus terjadi slip.

Nah gambar di atas adalah gambar transmisi yang menggunakan gearbox.
Keuntungan Transmisi otomatis yang menggunakan gearbox:
  1. Mesin cenderung responsif.
  2. Tidak perlu khawatir dengan sabuk yang putus.
Kelemahannya:
  1. Getaran yang ditimbulkan lebih besar.
  2. Hentakannya sangat terasa.

Mobil EFI

MOBIL TANPA KARBURATOR DAN PLATINA

Sensor-sensor pada ECU

















Skema EFI

MOBIL TANPA KARBURATOR DAN PLATINAKarburator merupakan bagian dari mesin yang bertugas dalam sistem pengabutan(pemasukan bahan bakar ke dalam silinder). Untuk itu fungsi dari karburator antara lain:
  1. Untuk mengatur udara dan bahan bakar ke dalam saluran isap.
  2. Untuk mengatur perbandingan bahan bakar-udara pada berbagai beban kecepatan motor.
  3. Mencampur bahan bakar dan udara secara merata.
Proses pemasukan bahan bakar kedalam silinder dinamakan karburasi. Sedangkan alat yang elakukan nya dinamakn karburator.
Sistem injeksi

PENDIDIKAN SEKARANG

Menggugat Pendidikan Kita


Pendidikan merupakan syarat utama untuk menjadi menjadi bangsa yang besar, maju dan bersaing. Sekalipun sebuah bangsa hancur, ia akan dapat segera menjadi bangsa yang kokoh tak perlu dalam hitungan abad, jika membangun pendidikan dengan benar. Sejarah sudah membuktikan ketika jepang terpuruk dengan hancurnya dua kota besarnya hiroshima dan nagasakai akibat dibom atom oleh sekutu pada perang dunia ke dua. 

Mendapati negerinya hancur dilumat musuh, Bukan berapa banyak pasukan yang tersisa, bukan bukan seberapa banyak cadangan devisa maupun seberapa banyak kerugian yang dialami negara yang ia tanya, tetapi berapa banyak para guru yang masih hidup tersisa, luar biasa, dan kita pun tak dapat memungkirinya, sejak tahun 1945 hingga kini, Jepang telah terbukti mampu bangkit dalam waktu singkat dan telah mampu bersaing dengan negara-negara pemenang perang, bahkan telah  menempati posisi dalam jajaran negara maju sejajara dengan amerika, inggrisdan lainnya.

Kini, kita akan berkaca pada apa yang telah terjadi dengan bangsa kita. Ketika pada masa penjajahan, rakyat kita sangat sedikit sekali yang dapat mengenyam pendidikan. Hanya beberapa gelintir saja. Namun meski begitu, dapat kita rasakan betapa hebatnya hasil didikan masa penjajahan tersebut. Kita kenal bapak-bapak bangsa kita, baik yang bersekolah hingga ke Belanda seperti Hatta, Tan Malaka, dan Sutan Sjahrir, maupun yang hanya berpendidikan di dalam negeri seperti Soekarno. Mereka menjadi bukti pendidikan bangsa belanda cukup berhasil membentuk pemimpin-pemimpin bangsa yang solid dan santun meski terkadang saling berbeda pandangan. 

Yang kita temui kini justru sangat berbeda, pendidikan kita yang diklaim sudah cukup maju dan sudah merambah standar internasioanal, namun hasil produksi insannya terkadang jauh dari harapan untuk membangun bangsa. Tidak sedikit para orang-orang cerdas berpendidikan tinggi bertitel panjang, namun justru menjadi contoh tidak baik dalam bangsa kita; menjadi seorang koruptor dan menyuap demi jabatannya.
Ada yang salah dengan sistem pendidikan kita tentunya. Hasil pendidikan kita terkesan hanya menghasilkan sosok manusia-manusia intelek yang dingin tak berkeprimanusiaan yang tak peduli dengan sesamanya, yang justru mencerminkan sifat orang-orang tak berpendidikan; arogan dan tak bermoral.

Pendidikan kita pun seolah hanya menjadi sebuah pembentuk sistem kasta era baru masa kini, untuk membedakan orang-orang berpendidikan dan yang tidak, tanpa memperhatikan kemampuan yang benar-benar dimiliki. Orang-orang yang tak bertitel tidak bisa mendapatkan posisi jabatan yang lebih tinggi di dalam pekerjaannya.

Di lain sisi, pendidikan hanya seolah sebagai formalitas belaka, dan cenderung komersial. Bagaimana tidak, betapa banyak para sarjana-sarjana lulusan perguruan tinggi negeri kita yang tak lebih hanya menjadi pengangguran. Mereka berkuliah, tetapi untuk kemudian pendidikannya sama sekali tidak digunakan oleh negara. Ini seolah ada pembiaran. Seharusnya pendidikan kita ini untuk memberikan solusi kemajuan bangsa, bukan sekedar untuk mensarjanakan rakyatnya saja agar pendidikan negara kita tidak ketingggalan dengan negara-negara tetangga.

Sistem ujian anak-anak sekolah kita pun hingga kini tak lebih sebagai formalitas saja, bahkan cenderung sekadar tipu-tipu. Setiap tahun ujian nasional dilaksanakan denga biaya yang tidak sedikit hingga milyaran rupiah. Mulai dari pembuatan soal yang katanya sangat dirahasiakan, hingga penjagaan polisi di sekolah. Namun apa yang terjadi di belakang layar, sangat memalukan. Meski setiap pejabat pendidikan mengatakan tidak  ada kecurangan, tetapi dilapangan membuktikan bahwa justru sebagian guru yang memberikan bocoran.

Perguruan tinggi pun sepereti tahu kualitas sebenarnya dari ujian nasional. Meski lulus dengan nilai sangat besar, namun perguruan tinggi tidak mengakui nilai ujian nasioanal tersebut, mereka melakukakan seleksi nasional ,masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN). Bukankah ini tidak sinkron, dan merupakan pemborosan? Sepatutnya kalau memang pendidikan kita sudah bersinergi dan terintegrasi, dan kualitasnya dapat dipercaya di tiap tahap ujian, maka sangat tidak perlu adanya lagi pemborosan seperti ini.

Seharusnya kita berkaca dan introspeksi mengenai pendidikan bangsa kita. Sekian lama setelah merdeka, namun jiwa-jiwa tidak juga benar-benar merdeka. Bangsa kita masih saja menjadi kuli di negeri sendiri, menjadi pekerja sedangkan orang-orang asing menjadi bos-bos kita. Persis seperti masa kolonialisme dahulu, hanya bedanya kini tak kasat mata. Berpuluh-puluh tahun sudah kita merdeka, namun bangsa kita tak juga bangkit. Sedangkan Jepang yang hancur kalah dalam perang, kini sudah membuktikan bahwa ia kini mampu bersaing dengan pemenang perang kala itu. Bahkan dengan kejadian meledaknya reaktor nuklir beberapa waktu lalu, mereka tetap optimis dalam saat-saat kritis.

pendidikankritis.wordpress.com
Saatnya kita beralih kepada pendidikan karakter bangsa kita. Dan harapannya suatu saat ketika bangsa kita terkena bencana besar, ada pemimpin bangsa kita yang bukan bertanya berapa besar kerugian kita, tetapi justru berapa banyak guru yang tersisa. Mudah-mudahan pendidikan kita segera bangkit, hingga bangkitlah pula bangsa kita ini. Semoga.

pendidikan

Pendidikan di Indonesia saat ini masih mengalami krisis, baik krisis secara logistik maupun fungsional. Keduanya saling berhubungan dan saling mempengaruhi satu sama lain.
Pendidikan yang mengurung mereka di dalam kelas dan membuat mereka takut menghadapi kenyataan di lapangan.
– Paulus Wirutomo
Demikian diungkapkan Guru Besar Sosiologi Universitas Indonesia, Paulus Wirutomo, dalam diskusi publik “RAPBN 2011: Anggaran, Proyeksi Pengembangan Bangsa”, di Jakarta, Kamis (12/8/2010). Paulus mengatakan, krisis logistik menyangkut masalah pendanaan dan fasilitas, sementara krisis fungsional menyoal pada tujuan hakiki dari pendidikan itu sendiri.
“Tujuan hakiki pendidikan adalah membebaskan diri dari kebodohan, kemiskinan, memberikan kemandirian, mengembangkan kesadaran tentang hak dan kewajiban warga negara, serta pengembangan moral, etika, dan estetika,” ujarnya.
Paulus menilai, pendidikan di Indonesia belum mampu memberi kebebasan bagi setiap warganya. Dia mencontohkan, semakin banyak lulusan sarjana strata satu (S-1) yang tidak mendapatkan pekerjaan, kemudian melanjutkan pendidikan ke tingkat lebih tinggi dan seterusnya. Kondisi ini, kata dia, justru akan memupuk rasa ego yang tinggi di dalam diri ketika memandang sebuah pekerjaan.
“Pendidikan yang mengurung mereka di dalam kelas dan membuat mereka takut menghadapi kenyataan di lapangan,” tutur Paulus.
Guru Besar UI itu kemudian memaparkan, jika kita tidak mampu mencapai pada pendidikan yang hakiki, maka kita akan jatuh kepada, antara lain; ritualisme pendidikan (hanya menjalankan keseharian di dalam kelas), pemborosan biaya, pedagogihitam (sekolah sebagai tempat pengadilan) yang akan menampik pilihan yang ada di masyarakat layaknya multiple choice.
“Contoh kasusnya adalah ujian nasional (UN). Apakah tujuannya sesuai dengan fungsi pendidikan?” ujar Paulus.